Anehnya
Masa-Masa di Teknik Lingkungan
Perkenalkan namaku adalah Mukhammad Rifki mahasiswa
jurusan Teknik Lingkungan di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa
Timur. Hal aneh di teknik lingkungan dimulai dengan bagaimana aku bisa memilih
jurusan ini. Alasanku memilih jurusan ini hanya karena ikut teman. Ya benar.
Hanya ikut teman. Disini aku merasa tidak punya pendirian karena hanya ikut
teman. Cerita sebenarnya adalah aku memang tidak tahu apa yang harus kuisi
untuk pilihan program studi ketiga pada tes SBMPTN jadi akhirnya menanyakan hal
itu ke teman dekatku.
Hal aneh selanjutnya terjadi pada saat menjadi mahasiswa
baru. Dalam satu minggu hanya 3 hari masuk kelas. Ya benar. Tiga hari. Jadwal
untuk mahasiswa baru memang sangat sedikit. Aku memiliki banyak waktu luang
bila dipikir-pikir. Namun semua itu sirna saat ada kegiatan kaderisasi bernama
FORMAL atau akronim dari Forum Mahasiswa Lingkungan. Kegiatan ini dibuat oleh
himpunan mahasiswa Teknik Lingkungan untuk mengembangkan soft skill mahasiswa baru. Kegiatan ini cukup menyita waktu kami
untuk tidak berhura-hura ketika tidak ada kelas dengan tugasnya yang cukup
lumayan untuk kami yang notabene mahasiswa baru. FORMAL cukup membuatku tidak
bersemangat untuk berkuliah. Namun dengan banyaknya tugas dan kegiatan ternyata
nilaiku bagus-bagus saja terbukti pada saat akhir semester 1. Hal ini membuatku
bersemangat untuk berkuliah lagi. Lumayan aneh kan.
Pada semester 2 mata kuliah yang kuambil lebih banyak
daripada semester sebelumnya dan kegiatan seperti kepanitaan semakin banyak
kuikuti. walaupun FORMAL sudah tidak ada, ada kegiatan yang juga sangat menyita
waktu hingga harus ijin tidak mengikuti kelas. Kegiatan ini adalah menjadi
panitia sidang umum pembentukan BEM Fakultas Teknik. Satu bulan lamanya
kegiatan berlangsung hingga tidak dapat terhitung materi-materi apa saja yang
aku lewatkan. Hingga akhirnya pada saat semester 2 berakhir nilaiku sangat
turun. Bisa dibilang terjun bebas. Dan akhirnya sempat merasa kecewa terhadap
diri sendiri dan merasa mengecawakan orang tua. Namun anehnya entah dimana aku
dapat menemukan semangat untuk terus belajar.
Pada semester 3 dan 4 kegiatan yang kuikuti semakin
banyak dan tugas-tugas layaknya berbondong-bondong menyerbuku. Belajar dari
kesalahan di semester 2 yang tidak ingin terulang lagi, akhirnya aku berusaha
sebaik mungkin mengatur waktu untuk tugas dan kegiatan kepanitiaan. Bahkan di
semester 4 aku mulai mengikuti organisasi Himpunan Mahasiswa dalam jurusanku
sendiri. Bisa dbilang bahwa organisasi merupakan kegiatan yang terikat dan
harus berkomitmen didalamnya sehingga tidak dapat keluar masuk semena-mena. Dari
sana aku belajar untuk berkomitmen untuk benar-benar mengatur waktu dalam
mengerjakan tugas dan berorganisasi. Sering juga menghabiskan waktu utuk
begadang mengerjakan tugas atau membuat konsep sebuah acara. Hal tersebut
memang sebuah konsekuensi dari memiliki kegiatan yang banyak. Aneh memang, dulu
pada saat semester 1 tidak suka dengan kegiatan-kegiatan yang banyak namun
sekarang justru menjebak dirinya sendiri untuk selalu produktif.
Pada saat ini aku memasuki semester 5. Kegiatan dan tugas
semakin banyak pula. Memang disini aku menggunakan kata “mejebak diri sendiri”
bukan tanpa alasan. Bila dipikir terlalu panjang apakah harus untuk mengikuti
kegiatan yang banyak pada saat tugas yang datang juga sangat banyak tentunya
orang dengan pikiran logis akan membatasi dirinya dengan kegiatan-kegiatan
tertentu saja, tapi apa yang aku lakukan disini adalah mencoba unuk membuat
cerita di masa perkuliahan. Aku merasa dalam hidup setidaknya kita bisa membuat
cerita yang akan kita ceritakan di hari nanti. Masa perkuliahan hanya datang
sekali seumur hidup. Pada saat ini aku merasa sedang dalam lingkungan yang
tepat, orang-orang yang baik, sehingga aku merasa inilah waktunya aku membuat
cerita bersama mereka yang nantinya akan kuceritakan di hari-hari yang akan
datang. Karena menjadi bagian dari kehidupan seseorang merupakan hal terindah
bagiku. Aneh memang.